Atlet Kotamobagu Kekurangan Pendamping Medis, Panitia Kelabakan

Gambar: Suasana Kantor Dinas Kesehatan Kotamobagu Senin, 10 November 2025. Foto: Kon.

TNews, KOTAMOBAGU – Dua ajang olahraga besar yang membawa nama Kotamobagu, Walikota Cup VI Tahun 2025 dan Porprov XII di Manado, berjalan dengan sorotan serius terkait minimnya layanan medis. Dari hasil pantauan lapangan, Dinas Kesehatan Kota Kotamobagu yang dipimpin dr. Wahdani Mantang gagal menurunkan tenaga medis sesuai kebutuhan, memaksa panitia mencari solusi mandiri.

Seorang panitia Walikota Cup menceritakan, surat resmi yang dikirim ke Dinkes untuk penugasan tenaga medis tidak mendapat respons. “Surat kami tak dibalas sama sekali. Padahal ini event besar yang membawa nama daerah,” ujar panitia yang meminta identitasnya dirahasiakan. Saat laga pembukaan, yang dihadiri langsung Wali Kota dr. Wenny Gaib dan Wakil Wali Kota Rendy Virgiawan Mangkat, tidak terlihat satu pun petugas medis dari Dinkes bertugas. Akhirnya, panitia harus menurunkan tenaga medis internal.

Situasi serupa muncul saat Porprov XII di Manado. Sumber dari salah satu cabang olahraga menyebut, surat mengenai kondisi atlet selam yang sakit dikirim ke Dinkes, namun respons lambat sehingga penanganan terpaksa dilakukan cabor sendiri. “Kami sudah sampaikan surat resmi, tapi tidak ada tindak lanjut. Atlet harus ditangani tanpa bantuan Dinkes,” jelas sumber tersebut.

Ketua Cabang HMI Bolmong Raya, Fadly Korompot, menilai sikap ini bertentangan dengan semangat pemerintah daerah dalam memajukan olahraga. “Jika instansi teknis tidak menunjukkan tanggung jawab, maka sudah selayaknya dilakukan evaluasi menyeluruh. Ini bukan sekadar acara, tapi soal keselamatan atlet,” tegasnya.*

Peliput: Kon

Pos terkait

Tinggalkan Balasan